Senin, 26 Oktober 2009

Foto Feature Jurnalistik


menciptakan suasana romantis bagi pasangan muda mudi dengan berdua saja dan menikmati sunset tidak perlu jauh-jauh. Jika mereka ingin menghabiskan malam minggu mereka, cukup pergi ke pantai Ancol, Jakarta Utara. (Sabtu, 24 Oktober 2009).

Senin, 19 Oktober 2009

Fotografer Henri Cartier Bresson dan Ami Vitale

sHenri Cartier Bresson



























Henri Cartier Bresson

Ia adalah seorang fotografer di abad 20. Pria kelahiran 22 Agustus 1908, paris ini, wafat pada 3 Agustus 2004 mempunyai ciri khas teknik pengambilan foto jurnalistik sendiri.

  • Pencahayaan

Dari pencahayaan Henri menggunakan pencahayaan yang redup dan tidak menggunakan lampu blitz dalam pengambilan gambarnya.

  • Subyek

Dari subyek akan dilihat dari tiga sisi. Pertama pose, Sebagaian besar karyanya, subyek ttidak melihat kamera, atau tidak sadar kalau dirinya sedang menjadi subyek. Kedua dari pengamatan angle, angle yang digunakan Henri mayoritas adalah low angle. Kemudian yang terakhir adalah shotsize nya henry menggunakan long shot atau medium shot.

  • Warna

Henri selalu menggunakan warna black and white (hitam-putih) untuk gambarnya.

Ami Vitale



Ami Vitale, berdomisili di miami, Florida. Saat ini banyak penghargaan telah ia menangkan seperti The Lucie Awards.

  • Pencahayaan

Ami Vitale menggunakan pencahayaan yang terang dan jelas, tehnik pencahayaan dnegan lampu juga dia mainkan dalam beberapa pemotretannya.

  • Subyek

Pose dalam hasil foto Ami Vitale selalu melihat ke kamera. Angle yang digunakan oleh Ami Vitale adalah eye head. Shot size yang sering digunakan Ami Vitale adalah Medium shot atau Close up.

  • Warna

Ani Vitale selalu menciptakan hasil foto yang cerah (penuh warna).

-ANGGIA OKTAVIA 2008110028-

Minggu, 11 Oktober 2009

Fotografi Jurnalistik

Menurut saya foto jurnalistik itu adalah gambar (foto) yang mempunyai nilai berita (news value). Seperti impact, public figure, proximity, aktualitas, human interest, dan informasi. Sebuah foto jurnalistik juga harus mengandung berita agar si penikmat berita cukup jelas mengetahui isi berita hanya dari melihat foto tersebut dan caption yang ada.

Berita foto sangat memiliki kuunggulan dibandingkan dengan berita tulis. Karena dengan adanya foto, seorang penikmat berita bisa melihat suatu lokasi atau peristiwa melalui gambar (foto) yang ada. Sehingga penikmat berita lebih bisa mempercayai mengenai berita yang ada.
Sedangkan jika berita tulis, penikmat berita hanya mengandalkan kepekaan perasaan (intuisi) mereka saja tanpa ada perwujudan secara visual.

Meskipun nantinya media TV lebih berkembang daripada media cetak, saya yakin foto jurnalistik akan tetap bertahan. Hal ini karena di dalam foto jurnalistik sudah mengandung berita dan cerita. Jadi foto jurnalistik bisa berdiri sendiri untuk tetap bisa memberikan informasi kepada masyarakat.
Selain ini foto jurnalistik juga mempunyai kelebihan dibandingkan dengan media TV, yaitu unsur artistik dan estetika dalam pengambilan tehnik foto yang baik. Unsur inilah yang jarang sekali kita temui dalam berita TV.
Publikasi foto jurnalistik nantinya bisa melalui pameran dan media on-line.
(ANGGIA OKTAVIA-2008110028)