
Rabu, 22 Juni 2011
Kuliah Pakar Tamu ''Kolaborasi Online Journalism dan Social Media''

Kamis, 24 Maret 2011
Karzai Menamai Daerah yang Akan Diserahkan Ke Pasukan Afganistan (Bentuk Berita)
Peralihan ini dilihat sebagai bentuk langkah kritik di dalam transisi kekuatan sebelum tentara asing mengakhiri pertempuran di tahun 2014. “Masyarakat Afganistan tidak ingin orang asing itu mengambil tanggung jawab untuk keamanan lagi” Ucap Presiden Karzai.
Proses pemindahan akan dimulai pada bulan Juli, saat tentara asing pertama diatur untuk mundur dari Afganistan.
Setelah peraturan pertama mengenai tentara asing, di dalam area ini akan dilatih dan dipersiapkan dari tuntutan keamanan Afganistan. Ucapnya. (BBC.com- anggia)
Senin, 14 Desember 2009
Rabu, 09 Desember 2009
Caption Foto Idul Adha
Penguburan - Yono (38 tahun), Sardi (35 tahun), dan Tejo (40 tahun), sedang mengeluarkan kotoran kambing kurban pada hari raya Idul Adha, Juma'at 27 November 2009, yang dilaksanakan di Musholla Baitul Amanah, Kranggan, Bekasi-Jawa Barat. Kotoran kambing yang telah dikeluarkan harus dikubur dengan tanah agar tidak menimbulkan polusi nantinya. (gia)
Roland Barthes - Teori Konotasi foto
Aliran semiotik konotasi yang dipelopori oleh Roland Barthes(1915-1980), dimana pada waktu menelaah sistem tanda tidak berpegang pada makna primer, tetapi mereka berusaha mendapatkannya melalui makna konotasi. Barthes menyatakan bahwa ada dua sistem pemaknaan tanda: denotasi dan konotasi. Semiotika Barthes dinamakan semiotik konotasi ialah untuk membedakan semiotik linguistic yang dirintis oleh mentornya, Saussure.
Dalam konsep Roland Barthes, tanda konotatif tidak sekadar memiliki makna tambahan namun juga mengandung kedua bagian tanda denotatif yang melandasi keberadaannya. Pada dasarnya, ada perbedaan antara denotasi dan konotasi dalam pengertian secara umum serta denotasi dan konotasi yang dipahami oleh Barthes.
Di dalam semiologi Barthes dan para pengikutnya, denotasi merupakan sistem signifikasi tingkat pertama, sementara konotasi merupakan tingkat kedua. Dalam hal ini denotasi justru lebih diasosiasikan dengan ketertutupan makna. Sebagai reaksi untuk melawan keharfiahan denotasi yang bersifat opresif ini, Barthes mencoba menyingkirkan dan menolaknya. Baginya yang ada hanyalah konotasi.
Ia lebih lanjut mengatakan bahwa makna “harfiah” merupakan sesuatu yang bersifat alamiah (Budiman, 1999:22). Dalam kerangka Roland Barthes, konotasi identik dengan operasi ideologi, yang disebutnya sebagai ‘mitos’ dan berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikan pembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku dalam suatu periode tertentu. Di dalam mitos juga terdapat pola tiga dimensi penanda, petanda, dan tanda. Namun sebagai suatu sistem yang unik, mitos dibangun oleh suatu rantai pemaknaan yang telah ada sebelumnya atau dengan kata lain, mitos adalah juga suatu sistem pemaknaan tataran ke-dua. Di dalam mitos pula sebuah petanda dapat memiliki beberapa penanda.
Roland Barthes adalah penerus pemikiran Saussure (mentornya.) Saussure tertarik pada cara kompleks pembentukan kalimat dan cara bentuk-bentuk kalimat menentukan makna, tetapi kurang tertarik pada kenyataan bahwa kalimat yang sama bisa saja menyampaikan makna yang berbeda pada orang yang berbeda situasinya.
Roland Barthes meneruskan pemikiran tersebut dengan menekankan interaksi antara teks dengan pengalaman personal dan kultural penggunanya, interaksi antara konvensi dalam teks dengan konvensi yang dialami dan diharapkan oleh penggunanya. Gagasan Barthes ini dikenal dengan “order of signification”, mencakup denotasi (makna sebenarnya sesuai kamus) dan konotasi (makna ganda yang lahir dari pengalaman kultural dan personal). Di sinilah titik perbedaan Saussure dan Barthes meskipun Barthes tetap mempergunakan istilah signifier-signified yang diusung Saussure.
Selasa, 01 Desember 2009
Foto Idul Adha
Senin, 26 Oktober 2009
Foto Feature Jurnalistik
Senin, 19 Oktober 2009
Fotografer Henri Cartier Bresson dan Ami Vitale



Henri Cartier Bresson
Ia adalah seorang fotografer di abad 20. Pria kelahiran 22 Agustus 1908, paris ini, wafat pada 3 Agustus 2004 mempunyai ciri khas teknik pengambilan foto jurnalistik sendiri.
- Pencahayaan
Dari pencahayaan Henri menggunakan pencahayaan yang redup dan tidak menggunakan lampu blitz dalam pengambilan gambarnya.
- Subyek
Dari subyek akan dilihat dari tiga sisi. Pertama pose, Sebagaian besar karyanya, subyek ttidak melihat kamera, atau tidak sadar kalau dirinya sedang menjadi subyek. Kedua dari pengamatan angle, angle yang digunakan Henri mayoritas adalah low angle. Kemudian yang terakhir adalah shotsize nya henry menggunakan long shot atau medium shot.
- Warna
Henri selalu menggunakan warna black and white (hitam-putih) untuk gambarnya.
Ami Vitale

Ami Vitale, berdomisili di miami, Florida. Saat ini banyak penghargaan telah ia menangkan seperti The Lucie Awards.
- Pencahayaan
Ami Vitale menggunakan pencahayaan yang terang dan jelas, tehnik pencahayaan dnegan lampu juga dia mainkan dalam beberapa pemotretannya.
- Subyek
Pose dalam hasil foto Ami Vitale selalu melihat ke kamera. Angle yang digunakan oleh Ami Vitale adalah eye head. Shot size yang sering digunakan Ami Vitale adalah Medium shot atau Close up.
- Warna
Ani Vitale selalu menciptakan hasil foto yang cerah (penuh warna).
-ANGGIA OKTAVIA 2008110028-


.jpg)